Cara Mempercepat Pemulihan Luka Caesar



Proses melahirkan bisa melalui dua cara, yaitu secara normal dan melalui operasi caesar. Kali ini kita akan mengulas mengenai cara menyembuhkan luka pasca melahirkan secara caesar. Operasi caesar adalah tindakan bedah untuk membantu proses kelahiran bayi. Dengan operasi besar ini, akan membuat ibu si bayi akan merasakan sakit pasca operasi tersebut. Tindakan pembedahan tersebut akan menyisakan luka pada perut si ibu. 

Rasa sakit yang biasanya dirasakan oleh pasien setelah melakukan operasi caesar yaitu munculnya rasa perih dan sakit. Tentunya hal ini akan membuatnya menjadi kurang nyaman, apalagi jika bergeser dari tempat tidur atau tempat duduk, tertawa, dan batuk yang akan membuatnya terasa nyeri. Nah berikut ini tips dan cara mempercepat proses pemulihan luka pasca operasi caesar.

Pertama, konsumsilah makanan yang kaya akan serat untuk mencegah sembelit dan segeralah makan atau minum ketika merasa lapar atau haus.

Kedua, gunakanlah pakaian berbahan katun dengan ukuran yang longgar. Anda juga bisa menggenakan celana dengan bahan yang lentur atau bisa melar untuk melindungi luka pasca operasi caesar.

Ketiga, jaga baik-baik luka bekas operasi tersebut. Jangan pernah mengoles atau meletakkan apapun diatas luka bekas operasi caesar, kecuali atas petunjuk dari dokter. Perlu anda ketahui juga ciri-ciri atau tanda luka bekas operasi caesar mengalami infeksi yaitu : nyeri tambahan, kemerahan pada luka, dan mengalami perubahan pada luka. Segeralah untuk menghubungi dokter.

Keempat, lakukanlah secara rutin setiap hari untuk mencuci dan mengeringkan luka bekas operasi caesar. Sebenarnya anda juga bisa mandi dan memakai sabun seperti biasanya, asalkan anda membilasnya dengan bersih. Setelah mandi bersihkan dan keringkan luka dengan cara menepuk-nepuk secara lembut dengan handuk yang bersih dan kering.

Demikian posting tips dan cara mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan luka bekas operasi caesar. Semoga bermanfaat.

Cara Membedong Bayi Yang Benar


Salah satu kegiatan ibu yang baru melahirkan jabang bayi yaitu membedong bayi. Bagi para ibu, membedong bayi mempunyai tujuan yang beragam, diantaranya adalah agar bayi tetap merasa hangat, tidak gampang kaget ketika tidur dan dengan membedong bayi maka tungkai bayi akan menjadi lurus. Mengenai membedong ini, masih banyak para ibu yang kurang tepat dalam mengaplikasikannya sehingga dapat mengganggu sendi panggul si bayi.

Kebiasaan para ibu dalam membedong bayi yaitu dengan cara 'membungkus' badan dan kaki si bayi dengan lurus dan tak tertekuk. Sebenarnya cara yang demikian adalah keliru, mengingat di usia bayi tak boleh kakinya untuk di paksa lurus, justru sebaiknya sendi panggul si bayi di buka.

Lalu bagaimana cara yang benar dalam membedong bayi? Menurut dr. Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, dokter spesialis anak dari Sentra Laktasi Indonesia, sendi panggul pada bayi yang baru lahir masih tulang rawan sehingga jika kaki bayi dipaksakan lurus dan membedong dengan ketat akan sangat riskan mengalami kesalahan postur atau mengalami cedera

Menurut dokter Orthopaedi anak,  Aryadi Kurniawan, membedong pada bayi baru lahir tidak serta merta dapat membuat kaki si bayi menjadi lebih lurus, jika membedongnya dengan ketat maka otot panggul dan lutut menjadi tegang dan apabila dalam jangka waktu yang lama (terus menerus) bisa menarik kepada sendi panggul bayi bergeser ke luar dari mangkuk sendinya (Developmental Dysplasia Hip).

Ketahuilah bahwa bayi dalam rahim posisi badan dan kakinya dalam keadaan meringkuk. Pada saat si bayi tersebut lahir, maka kakinya tak bisa langsung lurus. Bayi akan mempertahankan posisi meringkuknya dengan melipat panggul dan lutut sampai usia 3 bulan. Posisi panggul dan lutut yang lebih lurus pada usia 3 bulan tersebut dibutuhkan karena si kecil akan mulai mencoba tengkurap. 

Dalam posisi melipat maka otot panggul dan lutut dalam keadaan rileks karena jarak antara lutut dengan tubuh bayi lebih pendek. Dalam posisi panggul dan lutut diluruskan maka otot otot tersebut akan menegang bila bayi dibedong maka ketegangan otot ini akan berlangsung terus menerus dan pada akhir dapat menarik bonggol atau kepala sendi panggul keluar dari mangkok sendinya. Hal ini terjadi karena sebelum usia 3 bulan, mangkuk sendi bayi sebagian besar masih berupa tulang rawan yang tidak cukup kuat menahan tarikan terus menerus dari otot panggul dan lutut.

Oleh karena itu, maka sebaiknya dalam membedong bayi janganlah terlalu ketat, cukup membedongnya secara wajar. Secara wajar disini yaitu memberi ruang kaki si bayi untuk bisa menekuk sehingga bayi mendapatkan kenyamanan pada tulang panggulnya. 

Hal terpenting yang perlu diketahui oleh para ibu adalah membedong itu berfungsi sebagai selimut maka jangan terlalu lama membedong bayi. Di negara maju, rumah sakit sudah melarang membedong bayi dengan ketat dalam posisi panggul dan lutut lurus. Bedong bayi boleh dilakukan hanya apabila si kecil tetap bebas menaruh panggulnya dalam posisi melipat. Demikian tulisan mengenai cara tepat membedong bayi. Semoga bermanfaat.@

Tips

Terapi Jus